Pelatihan simulasi persalinan merupakan salah satu metode pembelajaran penting dalam pendidikan dan praktik kebidanan. Gambar tersebut memperlihatkan penggunaan alat peraga panggul dan janin yang digunakan untuk mempelajari proses persalinan secara realistis dan terstruktur. Metode ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi bidan yang didukung oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI).
Melalui simulasi persalinan, bidan dapat memahami secara mendalam mekanisme persalinan, posisi dan pergerakan janin, serta hubungan antara panggul ibu dan jalan lahir. Pembelajaran berbasis simulasi memungkinkan peserta untuk berlatih secara langsung dalam lingkungan yang aman, tanpa menimbulkan risiko bagi ibu dan bayi.
Ikatan Bidan Indonesia secara aktif mendorong pelaksanaan pelatihan kebidanan berbasis simulasi sebagai bagian dari pengembangan profesional berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui workshop, pelatihan teknis, dan pendidikan kebidanan yang bertujuan meningkatkan keterampilan klinis serta kepercayaan diri bidan dalam memberikan pelayanan persalinan yang aman dan berkualitas.
Selain sebagai sarana pembelajaran, simulasi persalinan juga berperan dalam peningkatan kesiapsiagaan bidan terhadap kemungkinan komplikasi persalinan. Dengan latihan berulang, bidan dilatih untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat, sehingga dapat meminimalkan risiko bagi ibu dan bayi.
Melalui pelatihan simulasi persalinan, Ikatan Bidan Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kebidanan di seluruh Indonesia. Upaya ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan angka komplikasi persalinan serta mendukung peningkatan kesehatan ibu dan bayi secara berkelanjutan.