Data Penelitian IBI Mencatat Masih Banyak Angka Kematian Ibu Di Indonesia
Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi: Tantangan dan Peran Strategis Bidan
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Berdasarkan data yang ada, AKI di Indonesia masih tergolong tinggi dan mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Pada beberapa periode, angka kematian ibu tercatat mencapai 390 kematian per 100.000 kelahiran hidup, dan hingga tahun 2021 masih berada pada kisaran 300 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Kondisi ini masih jauh dari target nasional penurunan AKI sebesar 183 per 100.000 kelahiran hidup.
Tingginya AKI di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor. Dua penyebab utama kematian ibu adalah hipertensi pada masa kehamilan dan pendarahan saat persalinan. Risiko ini semakin meningkat apabila deteksi dini tidak dilakukan secara optimal, akses pelayanan kesehatan terbatas, serta kurangnya fasilitas dan tenaga kesehatan di wilayah perdesaan dan terpencil.
Sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah melaksanakan berbagai program strategis. Program tersebut meliputi kampanye pencegahan dan pengobatan dini hipertensi pada ibu hamil, peningkatan kualitas pelayanan antenatal care (ANC), serta pendistribusian alat USG ke puskesmas, khususnya di daerah perdesaan. Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi risiko kehamilan secara lebih dini dan memberikan penanganan yang tepat.
Dalam upaya tersebut, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) memiliki peran yang sangat strategis. Bidan merupakan tenaga kesehatan terdepan yang mendampingi ibu sejak masa kehamilan, persalinan, hingga nifas. Melalui peningkatan kompetensi, penelitian kebidanan, edukasi kesehatan, serta pendampingan berkelanjutan, bidan berkontribusi langsung dalam pencegahan komplikasi kehamilan dan penurunan Angka Kematian Ibu.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, Ikatan Bidan Indonesia, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menurunkan AKI di Indonesia. Dengan penguatan layanan kesehatan ibu, pemanfaatan data penelitian, serta peran aktif bidan di seluruh wilayah, diharapkan target penurunan AKI dapat tercapai dan kualitas kesehatan ibu Indonesia semakin meningkat.